

Meredakan Tangis Ismail Kecil
Kami hanyalah dua bunga, mencoba mekar di belantara peradaban. Bertemu di tepian kali cintaNya, menyambut matahari peradaban.
Kami hanyalah dua insan yang tengah belajar lagi tentang ikhlas, tentang cinta, dan tentang harapan. Seperti Siti Hajar yang terus berlari di antara Shafa dan Marwah. Hingga zamzam cintaNya menawarkan dahaga Ismail kecil.
Eindhoven, Mei 2008




