Archive for April, 2008
Dari semula saya tidak berminat untuk menjadi bekerja pada orang lain, perusahaan atau apapun. Dengan kata lain, kita harus bisa membuka peluang usaha dan memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Peluang usaha yang dapat menghidupi kita dan juga membantu masyarakat. Baik secara ekonomi, pendidikan sosial, juga pola pandang mereka tentang makna kehidupan (pencerdasan).
Wirausaha, peluang usaha [...]
Labbaik, Allahumma labbaik..
Sungguh nikmat yang tak dapat terlukiskan bilamana kita diberikan kesempatan untuk bisa beribadah haji ke tanah suci, Mekkah Al-Mukarromah. Memang tak setiap orang mendapatkan nikmat tersebut, dan tidak setiap orang diberikan kewajiban untuk menjalaninya.
Namun demikian, alangkah suatu kebodohan jika kita tidak meniatkannya. Tentu bukan sekedar azzam dalam hati, tapi juga upaya untuk meraihnya. [...]
Pilihan-pilihan selalu membuat kita merenung, setidaknya aku di sini. Disadari benar, permasalahan ini adalah biasa. Terutama bagi orang-orang yang memiliki idealisme, entah apapun itu.
Kebanyakan mahasiswa dibingungkan pada pilihan yang ada, terutama pada masa-masa “tidak jelas”. Lulus belum, visi jauh ke depan belum punya atau sudah punya dan ingin bersegera menggapainya. Lelah pastinya memikirkan ini.
Solusinya? Tentukan [...]
Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, segala puji adalah milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga terlimpah pada jungjungan umat Rasulullah SAW.
Merangkai format masa depan, berasa susah-susah mudah. Banyak sekali cita-cita dan keinginan yang belum tercapai. Visi dan misi yang semestinya membawa kita senantiasa berjalan lurus dan memandang jauh ke depan.
Berlandaskan pada Meaningful Life 2012 lalu (semoga engkau mampu [...]
Entah aku salah ucap atau apa, kamu pergi. Ada yang tak bisa diungkap kata-kata. Possessive, aku rasa tak jadi kendala. Toh, aku malah senang ada yang merasa memiliki. Aggressive, itu yang buat aku shock.
Maafkan aku cinta.. belenggu masa lalu membuatku memahami tentang diri. Aku perlu menjadi “lelaki”, dominasi sebagai lelaki. Bukan aku menafikan rasa hatimu. [...]
memandang fotomu menentramkan aku, kenapa aku bisa mencintaimu?? seribu satu alasan datang, berharap ada benarnya.
tapi tak ada yang rasional, satu mungkin yang rada keterima hati. karena kamu setia.
“yank, aku sedang rindu..”
Entah kenapa, tiba-tiba aku ingin bercerita. Bercerita tentang keadaanku di sini, di saat jauh dari kamu. Ya, aku butuh kamu dan bukan saja hanya saat ini.
Jika kamu masih ingat sore itu, ketika aku datang ke rumahmu hanya untuk bercerita panjang lebar tentang filosofi hidup dan rencana pendakianku ke Puncak Rinjani. Sore yang [...]




